Sabtu, 17 Mei 2014

Wisuda UNHI, Tersedia Beasiswa S2 dan S3 bagi Wisudawan yang Ingin Melanjutkan Kuliah di UNHI


Jumat kemarin (16/05) Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menyelenggarakan Wisuda Sarjana (S1) ke-45, Magister (S2) ke-17, dan Doktor (S3) ke-5 di Agung Room, Inna Grand Bali Beach, Denpasar, Bali. Acara wisuda ini dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Rektor UNHI beserta jajaran, Direktur Pascasarjana UNHI beserta jajaran, Koordinator Kopertis wilayah VIII, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI (Parisadha Hindu Dharma Indonesia) Pusat, Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta se-Bali, dan segenap civitas akademika UNHI.
UNHI adalah lembaga tinggi pendidikan Agama Hindu yang pertama didirikan di negara ini. Dalam laporan tahunan Rektor, Dr. Ida Bagus Dharmika, MA selaku Rektor UNHI menyatakan bahwa Universitas ini telah sukses melahirkan ribuan sarjana dan berhasil melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi baik dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Beliau juga melaporkan tentang penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di UNHI bahwa dalam kaitannya dengan pengembangan kualitas pembelajaran, UNHI senantiasa meningkatkan hubungan kemitraan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tidak lupa beliau menyampaikan kepada Bapak Koordinator Kopertis wilayah VIII dan Bapak Dirjen Bimas Hindu bahwa akreditasi institusi untuk UNHI sedang dibangkitkan dan UNHI sedang menunggu visitasi.
UNHI juga mengadakan kerjasama dengan kampus di luar negeri antara lain di India, Thailand, Belanda, dan Jerman. "Kerjasama ini tidak hanya tanda tangan belaka, dalam perjalanan para dosen kami telah mengikuti program postdoctoral selama tiga bulan di Leiden, Belanda dengan dibiayai oleh Dirjen Bimas Hindu masing-masing 100 juta rupiah. Selain itu Short Course dan postdoctoral juga dilakukan di New Delhi, India selama tiga bulan. Kami juga mendorong para dosen dan mahasiswa untuk memenangkan hibah penelitian dan menulis buku. Tahun ini lebih dari 2 Milyar dana Hibah yang dimenangkan oleh para dosen dari berbagai sumber antara lain Dikti, Kemenag, dan lainnya," ujarnya.
"Tahun ini 5 dosen UNHI memenangkan 67 penelitian Hibah bersaing dan fundamental Dikti. Selain itu 7 dosen UNHI juga memenangkan hibah penelitian kompetitif dosen S3 dan 21 dosen memenangkan hibah penelitian kompetifif S2 dari Kemenag RI," tambah Rektor UNHI ini.
Wisuda kali ini UNHI kembali menghasilkan wisudawan dan wisudawati yang berkompeten baik itu dari Sarjana (S1), Magister (S2), maupun Doktor (S3). Jumlah para wisudawan dan wisudawati pada acara wisuda UNHI kemarin sebanyak 362 orang yang terdiri dari Sarjana (S1) fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan 73 orang, fakultas Ekonomi 92 orang, fakultas Mipa 7 orang, fakultas Kesehatan 14 orang, fakultas Teknik 15 orang, fakultas Pendidikan Agama dan Seni 58 orang, Magister (S2) sebanyak 100 orang, dan Doktor (S3) sebanyak 3 orang.
Pada wisuda kali ini wisudawan/wisudawati yang memperoleh IPK (Index Prestasi Kumulatif) tertinggi pada strata 1 diraih oleh I Gede Agus Setiawan dengan IPK 3,85 (cumlaude) dari fakultas Ekonomi program studi (prodi) akuntansi. Sedangkan pada strata 2 diraih oleh Dewa Kadek Sudnyana dengan IPK 3,77 (cumlaude) dari Pendidikan Agama Hindu dan pada strata 3 atas nama I Wayan Suija dengan IPK 3,81 (cumlaude) dari prodi pendidikan Agama Hindu.
Para wisudawan/wisudawati terlihat sangat lega dan bangga berada di balik jubah wisudanya. Hal ini juga sempat diutarakan oleh I Gede Agus Setiawan selaku wakil wisudawan yang didaulat untuk memberikan pidato ucapan terima kasih pada acara wisuda kemarin. “Kami sangat bersyukur, setelah beberapa tahun berjuang dengan mengorbankan waktu, tenaga, dan sebagainya akhirnya kami bisa menyelesaikan proses belajar di lingkungan UNHI Denpasar,” tuturnya.
Kabar mengejutkan sekaligus menyenangkan untuk para wisudawan/wisudawati yang datang dari Prof. Dr. IBG Yudha Triguna, MS selaku Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia ketika memberi sambutan kemarin. “Saya mendengar dan menyimak beberapa alumni yang sekolah di bawah naungan prodi Kementerian Agama. Sebagian dari mereka ada yang lulus dengan predikat cumlaude. Kami kebetulan memiliki anggaran untuk mereka melanjutkan S2 dan S3 khusus yang lulus dengan predikat cumlaude. Mulai tahun ini ada beasiswa di Kementerian Agama bagi seluruh alumni di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang dalam yudisiumnya lulus dengan predikat cumlaude, maka dia dapat melanjutkan sekolah atas biaya pemerintah. Tahun ini kita siapkan 100 orang, mudah-mudahan wisudawan/wisudawati dengan predikat cumlaude tersebut bisa melanjutkan sekolahnya ke tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.
Tidak ingin kalah dengan Bapak Dirjen Bimas Hindu, Dr. Ida Bagus Dharmika, MA selaku Rektor UNHI juga menyatakan akan memberikan beasiswa bagi wisudawan/wisudawati dengan predikat cumlaude yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. “Kami juga di lembaga UNHI akan memberikan beasiswa bebas SPP sebesar 50% kepada mereka yang lulus dengan predikat cumlaude dan ingin melanjutkan kuliah yang lebih tinggi di UNHI. Kami juga akan memberikan keuntungan bebas dari membayar uang pendaftaran kepada mahasiswa yang wisuda hari ini dan ingin melanjutkan kuliah dari S1 ke S2 maupun dari S2 ke S3 di UNHI Denpasar,” paparnya. (yun)

Sabtu, 10 Mei 2014

Rangkaian HUT Fakultas Ekonomi ke-21: Donor Darah & Pengobatan Herbal

Donor Darah

Jumat kemarin (09/05), Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi (SMFE) Universitas Hindu Indonesia (UNHI) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Praktisi Pengobatan Herbal mengadakan kegiatan Donor Darah dan Pengobatan Herbal. Kegiatan ini diadakan dalam rangka serangkaian HUT (Hari Ulang Tahun) Fakultas Ekonomi ke-21 sekaligus mengadakan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UNHI saja, namun juga masyarakat luas termasuk mahasiswa dari kampus lainnya.
Kegiatan donor darah dan pengobatan herbal ini bertempat di kampus UNHI tepatnya di ruang B1 dan B2. Kegiatan ini dimulai dari pukul 08.30 Wita hingga 12.00 Wita. Fakultas ekonomi tidak bekerja sendiri karena donor darah dan pengobatan herbal bukan bidang khusus mereka. Hal ini membuat mereka mengadakan kerjasama dengan PMI dan 2 orang praktisi pengobatan herbal yaitu Drs. Ida Bagus Suatama, M.Si dan Drs. Ida Bagus Bajra, M. Si.
Kegiatan donor darah seperti ini tidak menjadi hal baru bagi Fakultas ekonomi. Seperti yang dikonfirmasi oleh I Gusti Made Donny Andika selaku ketua panitia bahwa acara ini telah ada sejak dulu. “Kegiatan ini telah menjadi kegiatan rutin SMFE tiap tahunnya. Jadi dapat dikatakan kalau donor darah memang program wajib senat. Selain donor darah kami juga mengadakan pengobatan herbal jadi bagi yang tidak mengikuti donor darah bisa melakukan pengobatan herbal saja,” jelasnya.
Donor darah tidak dilakukan dengan sembarangan. Orang yang boleh melakukan donor darah adalah orang yang memiliki berat badan di atas atau sama dengan 55 kg. Selain itu kondisi dari pendonor harus dalam keadaan sehat dan bugar. Oleh karena itu sebelum melakukan donor darah, para pendonor wajib melakukan registrasi dan diperiksa dahulu.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan bagi pendonor darah mendapatkan sertifikat setelah mendonorkan darahnya. Kebanyakan yang berpartisipasi mendonorkan darahnya berasal dari UNHI sendiri. Berdasarkan data, yang ikut mendonorkan darah sebanyak 36 orang dan melakukan pengobatan herbal sebanyak 58 orang.
Kegiatan ini tidak luput dari kendala-kendala yang menghampiri. “Peserta donor darah dari para undangan sedikit yang bisa hadir karena berbagai faktor. Walaupun begitu, keseluruhan acara ini berjalan dengan lancar. Ya semoga saja kegiatan seperti ini akan terus ada setiap tahun dan tentunya bisa lebih baik lagi dari yang sekarang,” harap mahasiswa prodi manajemen ini.
Acara ini cukup menuai perhatian dari mahasiswa UNHI sendiri. Seperti diungkapkan oleh seorang mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Seni (FPAS) bernama Ida Bagus Anom Suwiryantha yang kebetulan mengikuti kegiatan donor darah ini, bahwa ia cukup berminat mendonorkan darahnya. “Kegiatan ini sangat menarik untuk saya. Saya ingin ikut mendonorkan darah karena merasa telah melakukan banyak dosa sehingga dengan cara donor darah ini dapat menjadi salah satu jalan saya melebur dosa-dosa itu. Donor darah juga membuat tubuh kita sehat karena bisa dibilang donor darah ini seperti kegiatan mencuci darah sehingga terjadi perombakan darah di tubuh. Saya merasa secara keseluruhan kegiatan ini sangat bermanfaat dan berjalan dengan lancar,” jelas mahasiswa semester 2 ini. (yun)

Rabu, 07 Mei 2014

BEM UNHI FUTSAL COMPETITION: AJANG MENCARI BAKAT YANG TERPENDAM



Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hindu Indonesia (UNHI) mengadakan “BEM UNHI Futsal Competition” dalam rangka mendukung program kerja BEM khususnya komisi E yaitu bagian perlengkapan dan administrasi. Futsal competition ini berlangsung sejak tanggal 2-4 Mei 2014 kemarin dan diselenggarakan di Friends Futsal, Jl. Wr. Supratman, Tohpati, Denpasar. Futsal Competition yang pertama kalinya diadakan oleh BEM UNHI ini cukup mendapatkan antusiasme, baik dari warga UNHI sendiri maupun dari luar UNHI.
BEM UNHI Futsal competition tidak hanya diikuti oleh team yang berasal dari UNHI saja namun juga dari luar UNHI. Seperti dikonfirmasi oleh Ida Bagus Udiyana Putra Telaga selaku ketua panitia bahwa salah satu tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan UNHI ke masyarakat luas. “Selain untuk eksistensi institut, Futsal Competition ini juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit baru dalam bidang futsal. Hal ini berkaitan dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal yang belum lama terbentuk di UNHI sehingga membutuhkan anggota yang memiliki talenta di bidang futsal itu sendiri,” jelasnya.
Futsal Competition ini diselenggarakan di Friends Futsal dengan pertimbangan yaitu tempat parkirnya yang luas dan tempat bermain yang memadai. “Untuk menutupi biaya dan tambahan uang hadiah, kami mengakalinya dengan memungut biaya parkir bagi yang memarkir kendaraannya di Friends Futsal. Hal ini berlangsung selama tempat tersebut kami sewa yaitu mulai dari jam 5 sore sampai jam 11 malam dalam tenggang waktu 3 hari tersebut,” tambah mahasiswa semester 4 ini.
BEM UNHI Futsal Competition ini cukup menarik perhatian para pecinta futsal. Tidak hanya dari UNHI, bahkan team futsal dari luar juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk mengikuti kompetisi ini. Bahkan, 60% peserta berasal dari luar lingkungan UNHI. “Awalnya kami merasa terkejut ketika melihat minat dari luar UNHI ternyata malah lebih besar dibandingkan dengan minat warga UNHI untuk mengikuti kompetisi ini. Padahal kami hanya menyebar brosur di beberapa tempat saja, namun sepertinya berita dari mulut ke mulut tentang kompetisi inilah yang lebih banyak memberi pengaruh. Bahkan beberapa hari sebelum pertandingan, kami harus menolak 5 team yang mendaftar karena jadwal pertandingan tiap team sudah ditentukan,” ujar mahasiswa Fakultas Ekonomi ini.
Ida Bagus Udiyana Putra Telaga mengakui bahwa panitia memaklumi teman-teman UNHI yang banyak berhalangan untuk mengikuti kompetisi futsal ini karena sama-sama memiliki kegiatan yang tidak bisa untuk ditinggalkan. “Contohnya saja Fakultas Ekonomi yang sedang sibuk dan fokus untuk mempersiapkan HUT (Hari Ulang Tahun) Fakultasnya. Mungkin itulah alasan mereka tidak bisa mengikuti kompetisi futsal ini,” ujarnya.
BEM UNHI Futsal Competition ini terfokus pada pemain non profesional yaitu pemain yang tidak termasuk ke dalam Liga Futsal Bali, PON dan EX-PON, serta Liga Nasional. Hal ini bertujuan untuk memberikan keadilan bermain bagi para pemain non profesional tanpa campur tangan dari pemain profesional.
Sistem yang dipakai dalam kompetisi ini yaitu dengan cara membagi pemain menjadi 4 grup yang terdiri dari Grup A sampai Grup D. Dari masing-masing grup dicari 1 team pemenang untuk masuk ke perempat final kemudian semifinal dan pada akhirnya masuk ke final. Hasil akhir pertandingan yaitu juara 1 diraih oleh Bayu Putra FC dari Kesiman, juara 2 diraih oleh Boy Banget FC dari Ubud, dan juara 3 diraih oleh Ian FC dari Ian Cellular. Selain itu juga dipilih pemain terbaik dan pemain top score dalam kompetisi futsal ini. Para pemenang mendapatkan sertifikat, piala, dan uang tunai sebagai hadiahnya.
Para pemain serta penonton yang hadir cukup antusias dalam menanggapi kompetisi ini. Terbukti dari minat para pemain yang begitu besar untuk mengikuti kompetisi ini dan para penonton yang setia hadir selama 3 hari berturut-turut untuk menyaksikan pertandingan futsal tersebut. Di hari terakhir kompetisi, panitia mengadakan door prize berupa handphone dan tiket gratis ke Bali Bird Park yang berhasil didapatkan oleh penonton dan keluarga dari pemain.
Walaupun baru pertama kalinya diadakan, namun tidak terdapat kendala yang berarti dalam BEM UNHI Futsal Competition ini. “Panitia sudah cukup kompak dalam mempersiapkan kompetisi ini. Namun kendalanya masih ada saja yang melanggar ketentuan perlombaan. Kemarin sempat ada team yang didiskualifikasi karena ketahuan membawa pemain profesional di dalam team-nya. Selain itu, dana juga kebetulan balance, kita di panitia tidak mengalami rugi atau untung walaupun hadiah juga tidak terlalu banyak karena baru pertama kali mengadakan kompetisi ini. Walaupun begitu, secara keseluruhan kompetisi futsal ini berjalan dengan lancar,” papar mahasiswa program studi manajemen ini.
“Harapan ke depannya, kompetisi futsal ini akan tetap menjadi program kerja dari anggota BEM selanjutnya sehingga akan ada BEM UNHI CUP II. Saya berharap besar pada pionir untuk melanjutkan program kerja ini. Semoga ke depannya acara ini berlangsung semakin baik dan tetap berjalan dengan lancar,” harapnya. 
Kompetisi futsal ini terbukti diminati oleh para pemain futsal khususnya di UNHI sendiri. Hal ini terbukti dari pernyataan I Wayan Suprayoga Antara selaku salah satu pemain futsal yang berasal dari UNHI. “Acara BEM UNHI Futsal Competition ini sangat bagus untuk diselenggarakan, apalagi saat ini banyak anak muda yang senang bermain futsal. Namun, saya mengusulkan untuk sekali-sekali mengadakan kompetisi di intern kampus saja agar lebih terfokus pada bibit-bibit unggul yang ada di setiap fakultas. Namun saya akui pertandingan kemarin cukup menyenangkan,” ujarnya. (yun)

Senin, 05 Mei 2014

Seminar Ayurweda: Menyongsong AFTA dengan Usaha Herbal



Asean Free Trade Area (AFTA) adalah perjanjian yang dibuat oleh persatuan negara – negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk membuka pasar bebas dalam perdagangan di wilayah ASEAN yang bertujuan meningkatkan daya saing ASEAN sebagai pangkalan perdagangan di pasar global dunia yang akan dilaksanakan pada tahun 2015. Maka dari pada itu Senat Fakultas Kesehatan Prodi Ayurweda Universitas Hindu Indonesia (UNHI) pada hari Sabtu, tanggal 3 Mei 2014 mengadakan seminar dengan tema “Peluang Dan Tantangan Usaha Herbal Menyongsong AFTA 2015”. Seminar ini adalah salah satu dari serangkaian acara dalam memperingati HUT Fakultas Kesehatan UNHI yang ke 6.
I Gusti Ngurah Bagus Yudha Pradana selaku ketua panitia menyatakan bahwa Acara ini diadakan dengan tujuan mengajak kaum - kaum muda untuk meningkatkan kreatifitasnya dalam berbisnis dan berwirausaha dalam bidang obat dan produk herbal lainnya. “kedepannya persaingan asing dalam bidang perdagangan  bebas akan diperbolehkan masuk keIndonesia oleh karena itu akan banyak peluang usaha yang akan bisa dibuka terutama tentang obat dan produk herbal  itu sendiri, karena itu kaum – kaum muda sekarang harus lebih kreatif lagi dalam mengembangkan sumber daya alam yang kita punya.” Ungkapnya.
            Acara yang diadakan di gedung rektorat lt 3 ini diisi oleh Prof. Dr. I Wayan Ramantha, SE, AK, MM, CPA dan I Wayan Sukhana , BSC. selaku pembicara yang memang berkompeten dalam bidang bisnis produk herbal, dapat dilihat dari kesuksesan dalam bidang produk herbal yang dicapai oleh para pembicara.
            Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, dilanjutkan dengan Sambutan Ketua panitia dan Sambutan dari Bapak Rektor UNHI sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya Rektor UNHI juga menekankan bagaimana pentingnya seminar ini agar kaum kaum muda dapat meningkatkan kreatifitasnya dalam mengembangkan hasil bumi Indonesia dalam memproduksi produk produk herbal yang dapat bersaing di pasar internasional.
            Acara dilanjutkan dengan acara utama yaitu penyampaian materi dari para pembicara dan diakhiri dengan penyerahan souvenir dan sesi foto bersama.(iap)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting