Jumat, 10 Januari 2014

APEL AKBAR: SIMBOLIS PENYERAHAN ANGGOTA MENWA


Hari Jumat kemarin (10/01/14), Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Ugracena satuan D-903/Pasung Grigis Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar mengadakan Apel Angkatan Baru (Akbar). Apel Akbar yang dilaksanakan di Lapangan UNHI Denpasar ini dilakukan dalam rangka penyerahan anggota Menwa Angkatan XXVIII dari Ugracena kepada UNHI Denpasar. Acara ini dihadiri oleh staff komando Menwa, Menwa dari seluruh Bali, dan segenap civitas akademika UNHI Denpasar.

Apel Akbar dilaksanakan atas 3 dasar yaitu yang pertama, surat keputusan bersama Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Dalam Negeri dan Otomoni Daerah Nomor: 14/M/KB/2000, Nomor: U/KB/2000 dan Nomor: 39 A Tahun 2000, tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa. Yang kedua, surat keputusan No: 311/SKP/UNHI/V/2013 tentang kepengurusan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Menwa Satuan D-903/Pasung Grigis UNHI Denpasar periode 2013-2014. Yang ketiga, hasil rapat Komandan satuan beserta Staf tanggal 2 Januari 2014, tentang Apel Akbar dan Lapantrapos Satuan D-903/Pasung Grigis UNHI Denpasar 2013-2014.

Apel Akbar ini wajib diadakan oleh masing-masing Menwa Satuan tiap tahun walaupun sempat tidak terlaksana pada tahun sebelumnya. Seperti yang telah diungkapkan oleh Ni Kadek Maydayanti selaku Komandan Satuan (Dansat) Menwa UNHI Denpasar bahwa Apel Akbar ini dilakukan kembali agar sistem Menwa dapat diperbaiki dari sebelumnya. “Apel Akbar kali ini dapat dilaksanakan setelah anggota Menwa Angkatan XXVIII ini lulus dari Pra Pendidikan Latihan Dasar Kemiliteran (PRADIKLATSARMIL), Pendidikan Latihan Dasar Kemiliteran (DIKLATSARMIL), dan PEMBARETAN. Apel Akbar ini juga sebagai simbolis penyerahan anggota Menwa Angkatan XXVIII dari Komandan Menwa (Danmenwa) Ugracena kepada Rektor UNHI Denpasar yang sebelumnya masih milik Ugracena se-Bali. Jadi, Apel Akbar ini dilakukan untuk mengikuti sistem Menwa yang sudah semestinya,” jelas perempuan berumur 20 tahun ini.

Dengan bergabungnya 11 anggota Menwa Angkatan XXVIII ini, jumlah keseluruhan Menwa UNHI menjadi 32 anggota. Dalam Apel Akbar ini 11 anggota tersebut resmi diserahkan kepada UNHI namun mereka belum resmi menjadi Menwa UNHI itu sendiri. “Masih ada tradisi yang harus mereka lewati untuk menjadi Menwa UNHI secara resmi yaitu Latihan Pemantapan dan Tradisi Pemoskoan (Lapantrapos). Lapantrapos ini akan dibuka pada hari Sabtu tanggal 11 Januari 2014 dan akan berlangsung selama 3 hari sampai mendapatkan Brevet satuan untuk dikatakan resmi menjadi Menwa UNHI,” papar mahasiswi Fakultas Teknik ini.

Walaupun terlambat setengah jam dari waktu awal yang ditentukan, namun acara berlangsung khidmat dan berjalan sesuai dengan susunan upacara yang telah dibuat sebelumnya. Acara ini dihadiri oleh Staff Komandan Menwa seperti Wakil Komandan Menwa (Wadanmenwa) Ugracena Bali; seluruh Menwa di Bali seperti Menwa Undiknas, Menwa IKIP-PGRI, Menwa UNUD, Menwa IHDN, dan lainnya; serta segenap civitas akademika UNHI Denpasar seperti Pembina UKM Menwa Ugracena D-903/Pasung Grigis UNHI Denpasar, Wakil Rektor III UNHI Denpasar, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNHI Denpasar, beberapa Senat Mahasiswa UNHI Denpasar.

Apel Akbar ini memang sengaja dipilih untuk dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2014 atas dasar rapat Komandan satuan beserta staffnya tanggal 2 Januari 2014. “Kami memilih hari Jumat yang merupakan hari efektif dalam hal perkuliahan dengan tujuan agar mahasiswa UNHI Denpasar juga mengetahui apa itu Menwa sebenarnya beserta jumlah Menwa saat ini walaupun kami sayangkan anggota Menwa UNHI Denpasar tidak semuanya yang bisa hadir,” jelasnya.

Pada akhir acara mereka menampilkan acara tambahan yaitu Bela Diri Militer (BDM). “Di Menwa kami juga belajar bela diri walaupun yang ditampilkan dalam acara Apel Akbar ini masih dasar-dasarnya saja. BDM sendiri kami tampilkan hanya untuk selingan saja agar suasana tidak terlalu tegang,” ungkap mahasiswi prodi Teknik Planologi ini.


“Menurut saya acara hari ini luar biasa dan sukses. Menwa saya lihat semakin kompak dan solid pada acara Apel Akbar ini. Memang banyak kekurangan namun hal tersebut akan kami jadikan pembelajaran untuk ke depannya. Ya, semoga ke depannya anggota Menwa semakin banyak, lebih kompak dan solid serta semakin memperlihatkan eksistensinya di kampus. Tunjukkan bahwa Menwa tidak hanya sangar di mata mahasiswa, tapi kita juga bisa berprestasi dan aktif seperti UKM yang lainnya. Seperti semboyan Menwa yaitu Widya Castrena Dharma Sidha yang artinya penyempurnaan ilmu pengetahuan dengan ilmu keprajuritan. Begitulah yang akan kami terapkan sebagai seorang menwa,” tambahnya. (yun/rin)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting